Jumat, 22 Mei 2015

Kewirausahaan



A.      Pengertian visi
Istilah visi berasal dari kata vision  (bahasa inggeris ), artinya penglihatan.Bisa diartikan juga sebagai sebuah pandangan tentang jangka panjang perusahaan atau rencana yang akan dicapai oleh suatu perusahaan.
Visi biasanya berupa pernyataan yang singkat dan jelas,tetapi mempunyai makna yang luas mengenai tujuan dan cita-cita suatu perusahaan .Beberapa  para ahli mengartikan visi sebagai suatu keinginan terhadap keadaan usaha pada masa mendatang yang dicita-citakan oleh seluruh personal  perusahaan.
Menurut J.H Whitaker, visi merupakan gambaran masa depan perusahaan yang akn dipilih dan diwujudkan pada suatu saat yang sudah ditentukan (strategic planning and management ). Visi perusahaan menunjukan suatu kondisi ideal tentang masa usaha dengan realistis,dapat dipercaya,menyakinkan ,serta mengandung daya tarik tersendiri.
Menurut wibison,visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ifgin dicapai di masa depan.Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
1.       Hal-hal yang dibicarakan dalam visi.
a.       Wawasan yang menjadi tolok ukur pertumbuhan bisnis Anda.
b.      Sosok  Anda atau usaha Anda di masa mendatang.
c.       Bentuk usaha Anda sebesar apa.
d.      Alasan anda memasuki usaha di bidang tersebut.
e.      Imajinasi mengenai posisi usaha Anda dank e mana Anda mau dibawa.
2.       Arti visi perusahaan
Dari penjelasan diatas terdapat disimpulkan visi perusahaan memiliki arti sebagai berikut.
a.       Suatu kondisi yang ideal tentang masa depan yang realistis, dapat dipercaya, meyakinkan,serta mengandung daya tarik khusus.
b.      Suatu gambaran masa depan yang dipilih dan hendak diwujudkan pada suatu saat yang ditentukan .
c.       Wawasan yang terjadi sumber arah bagi perusahaan dan digunakan untuk memadu perumusan misi.
d.      Pandangan jauh ke depan perusahaan tersebut akan dibawa atau gambar apa yang diinginkan perusahan.
e.      Pencerminan komitme, kompetensi,dan konsistens.
f.        Formulasi tujuan yang sayat luas ,umum, dan eksklusuf.
g.       Cita-cita perusahaan untuk masa depan yang mengandung unsur filosofi.

Politik



A.      Sistem Politik
1.       Pengertian sistem politik
Istilah politik berasal dari kata polis yang berate Negara kota , sehingga istilah politik menunjukan adanya hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama . Dalam bubungan itu timbul aturan ,kewenangan , legalitas ,dan kekuasaan.
Jadi sistem politik merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses di dalam sebuah masyarakat politik dalam mempengruhi dan menentukan siapa mendapat apa , kapan , dan bagaimana. Input dalam sebuh sistem politik adalah aspirasi masyarakat ( kehendak rakyat ). Adapun output sistem politik yang berupa kebijaka-  kebijakan publik.
Berikut beberapa pengertian sistem - sistem  politik yang dikemukaan oleh beberapa ahli.
a.       Sri Soemantri
Sistem politik adalah perkembangan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan dalam bermacam - macam badan politik, baik suprastruktur politik ( lembaga eksekutif, legislate, dan yudikatif ) dan infrastruktur politik ( ada lima komponen : partai politik, kelompok kepentingan atau interest group,kelompok penekan atau pressure group ,alat komunikasi politik,dan tokoh politik)
b.      Rusadi Kartaprawira
Sistem politik adalah mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukan suatu proses yang langgeng.
c.       David Easton
Sistem politik adalah:
1.       Suatu sistem yang terdiri dari alokasi nilai - nilai.
2.       Pengelokasian nilai-nilai tersebut bersifat paksaan .
3.       Pengelokasian tersebut mengingat masyarakat secara keseluruhan .
2.       Variable dalam sistem politik
Dalam sistem politik terdapat empat variable yang sangat berpengaruh, yaitu sebagai berikut:
a.       Kekuasaan, sebagai cara untuk mencapai hal yang diinginkan, antara lain membagi sumber- sumber  di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
b.      Kepentingan ,yaitu tujuan-tujuan yang akan dikejar oleh peleku-pelaku atau kelompok politik.
c.       Kebijakan ,yaitu hasil interaksi antara kekuasaan dan kepentingan ,biasanya dalam bentuk perundanng-undangan.
d.      Budaya politik, yaitu orientasi subjektif dari individu terhadap sistem politik.
3.       Ciri-ciri sistem politik
Sistem politik baik yang bersifat modern maupun primitif, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Semua sistem politik yang sederhana sekalipun, memiliki kebudayaan politik. Masyarakat yang sederhana pun mempunyai tipe struktur politik yang terdapat dalam masyarakat yang kompleks.
b.      Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama walaupun tingkatannya berbeda-beda. Tingkatan tersebut timbul karena adanya perbedaan struktur.
c.       Semua struktur politik menpunyai spesialisasi dalam melaksanakan banyak fungsi,baik pada masyarakat primitif maupun modern.
B.      Sistem politik di Indonesia
Berikut hal-hal penting mengenai sistem politik di Indonesia
a.       Komponen Pendukung Sistem Politik Demokrasi di Indonesia Menurut Prof. Sumamntri, sistem politik adalah politik adalah pelembagaan dari hubungan  antar manusia. Yang merupakan hubungan antara infrasstruktur politik dengan suprastruktur politik.
1.       Fungsi infraktur politik
a.       Pendidikan politik,yaitu untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan sesuai dengan paham demokrasi atau kedaulatan trakyat. Rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi.
b.      Mempertemukan kepentingan yang beraneka ragam dan kenyataan hidupdalam masyarakat.
c.       Agregasi kepentingan, yaitu menyalurkan segala hasrat atau aspirasi dan agar tuntunan atau dukungan menjadi perhatian dan menjadi bagian dari keputusan politik.
d.      Seleksi kepemimpinan, yaitu menyelenggarakan pemilihan pemimpin atau calon pemimpin bagi masyarakat.
e.      Komunikasi politik , yaitu menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik pikiran intragolongan, institusi,asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik masyarakat dengan sektor pemerintah.
2.       Komponen-komponen infrastruktur politik
a.       Partai politik adalah organisasi manusia dimana didalamnya terdapat ideologi,  mempunyai program politik sebagai rencana pelaksaan atau cara pencapaian tujuan secara lebih pragmatis menurut pertahapan jangka pendek sampai dengan jangka panjang serta mempunyai ciri keinginan untuk berkuasa.
b.      Golongan kepentingan ( interest Group)
Merupakan sekelompok manusia yang bersatu atau mengadakan kegiatan karena adanya kepentingan tertentu,baik merupakan kepentingan umum atau masyarakat,atau kelompok tertentu.
c.       Alat komunikasi politik ( media political communication )
Alat komunikasi politik dapat mendukung terciptanya suasana politik rakyat karena merupakan sarana perhubungan dan pemersatu bagi masing-masing golongan,terutama golongan politik.
d.      Golongan  penekan ( pressure group)
Merupakan sekeompok manusia yang tergabung menjadi anggota suatu Negara kemasyarakatan dengan aktivitas yang  tampak dari luar sebagai golongan yang sering mempunyai kemauan untuk memaksaan kehendaknya kepada pihak penguasa.
e.      Tokoh politik ( political Figure)
Di dalam suatu tatanan politik yang menyangkut kehidupan infrastruktur,ternyata tidak dapat dipisahkan dari peranan tokoh-tokoh politik tertentu yang mewarnai kehidupan golongan-golongan yang bersangkutan.

Materi Bahasa Indonesia



A.    Menentukan  Topik Berdasarkan  Tema  Karangan
Topik adalah pokok pembicaraan, bahasan ,atau masalah yang akan dibahas. Sebagai pokok atau pangkal bahas, topik  harus diidentifikasi  terlebih dahulu sebelum kegiatan menilis dilakukan.topik bisa juga disebut pokok bahasan yang dapat mengantarkan  seorang penulis untuk menghasilkan sebuah tema dari penelitian yang dilakukan. Topik dapat dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang harus diidentifikasi agar tertuak apa maksud dibalik topic yang dipilih.
Kiat pembatasan topic dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut.
1.      Menetapkan topic yang ingin dibahas dalamsuatu kedudukan sentral
2.      Mengajukan pertanyaan, apakah topik  yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak. Bila dapat, tempatkanlah perinci tiu di sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.      Menetapkan dari perincian tadi mana yang akan dipilih
4.      Mengajukan pertanyaan, apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak.
Berbeda dengan topic , tema adalah sebuah gagasan pokok dalam sebuah tulisan. Jika topik adalah kalimatnya , maka tema adalah gagasan pokoknya. Tema juga merupakan hal yang paling utama dilihat oleh  para pembaca sebuah tulisan .
Selain menentukan topic dan tema karangan, juga harus merumuskan tujuan. Tujuan karangan merupakan maksud penulis atau pengarang. Tujuan dapat berkaitan dengan bentuk karangan yang akan dibuat.
B.     Membuat kerangka karangan
Sebelum menulis , sebaiknya menyusun kerangka karangan yang akan dikembangkan berdasarkan tema atau topik  karangan yang akan dipilih. Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis - garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis , dan merupakan rangkaian ide – ide yang disusun secara sistematis , logis , jelas ,dan terstruktur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju.
1.      Maanfaat kerangka karangan
Berikut kerangka karangan dalam menulis /menyusun karangan .
a.       Untuk menyusun kerangka karangan secara teratur.
b.      Mempermudah pembahasan tulisan.
c.       Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
d.      Menghindari pengarapan sebuah topic sampai dua kali ataun  lebih.
e.       Memudahkan penulis mencari materi tambahan
f.       Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh ,dan terarah.
g.      Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda- beda.
Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung  menyusun tulisannya sesuai butir – butir bahasa yang terdapat dalam kerangka karangan.
2.      Pola penyusunan kerangka karangan
Secara garis besar, pola kerangka karangan dibagi menjadi dua,yaitu pola almiah dan pola logis.
a.       Pola alamiah
Pola alamiah dapat dibagi menjadi 3 ( tiga) sebagai  berikut.
1.      Urutan berdasarkan waktu ( kronologis),yaitu urutan yang didasarkan pada runtutan peristiwa atau tahap – tahap kejadian berdasarkan kronologinya. Peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain
2.      Urutan ruang  ( special), yaituurutan yang didasarkan pada ruang atau tempat yang biasanya digunakan dalam tulisan yang bersifat deskriptif.
3.      Topik yang ada ,suatu pola peralihan yang dapat dimasukan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik  yang ada. Suatu peristiwa sudah dikenal dengan bagian –bagian tertentu.
b.      Pola logis
Pola logis dapat dibagi menjadi   4 ( empat) , sebagai berikut.
1.      Urutan klimaks dan antiklimaks ,pada pola ini posisi suatu rangkaian yang penting berada pada akhir rangkaian disebut urutan klimaks, sedangkan posisi yang penting berada di awal karangan disebut urutan antiklimaks.
2.      Urutan kausal , pola ini mencakup dua pola ,yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan dari akibat ke sebab . pada pola pertama suatu masalah dianggap sebagai sebab, kemidian dilanjutkan dengan perincian – perincian yang menelusuri akibat – akibat yang mungkin terjadi.
3.      Urutan pecahan masalah, pola ini dimulai dari suatu masalah tertentu kemudian berkembang menuju kesimpulan umum atau pemecahan suatu masalah tersbut.
4.      Urutan umum khusus ,pada pola ini suatu masalah yang dimulai dari kelompok kecil disebut urutan umum - khusus. Sebaliknya ,jika persoalan itu memaparkan peristiwa dari kelompok kecil sehingga menelusuri kelompok besar disebut khusus – umum

IPA




 
Pengertian klasifikasi iklim
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. Klasifikasi iklim merupakan usaha untuk mengidentifikasi dan mencirikan perbedaan  iklim yang terdapat di bumi.
Akibat perbedaan latitudo (posisi relatif terhadap khatulistiwa, garis lintang), letak geografi, dan kondisi topografi, suatu tempat memiliki kekhasan iklim.
Sifat – sifat iklim
-          Berlaku untuk waktu yang lama.
-          Meliputi daerah yang   luas.
Unsur –unsur iklim

a.       Penyinaran matahari
b.      Suhu udara
c.       Kelembaban udara
d.      Awan
e.       Angin
f.       Curah ujan
Penyinaran matahari
Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.
Suhu Udara
            Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedangkan persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
Kelembaban udara
                Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah hygrometer
Awan
                Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.
Angin
                Angin adalah udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.
Curah hujan
                Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).
Macam- macam klasifikasi iklim
-          Iklim matahari
-          Iklim fisis
-          Iklim menurut Junghun
-          Iklim menurut Schmidt-Ferguson
-          Iklim menurut Oldeman
-          Iklim menurut Thornthwaite
-          Iklim menurut koppen
Iklim matahari
Iklim matahari didasarkan pada intensitas panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Daerah yang berada di lintang tropis memperoleh penyinaran matahari lebih banyak sedangkan daerah yang berada dekat kutub atau lintang tinggi mendapatkan sinar matahari paling sedikit. Iklim matahari dibagi 4 yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang dan iklim kutub. Iklim tropis memiliki 2 jenis musim yaitu hujan dan kemarau, iklim subtropis dan iklim sedang memiliki 4 jenis musim yaitu semi, panas, gugur dan dingin. Di daerah kutub, matahari hanya muncul 6 bulan sekali jadi 6 bulan siang dan 6 bulan malam.

Daerah iklim tropis (panas)  : 0° – 23,5° Lintang Utara (LU) / Lintang Selatan (LS)
Daerah iklim sub tropis  : 23,5° – 40° LU/LS
Daerah iklim sedang   : 40° – 66,5° LU/LS
Daerah iklim dingin              : 66,5° – 90° LU/LS

Iklim fisis
Iklim fisis adalah iklim yang dipengaruhi alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan , dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, maupun letak geografis. Berikut adalah pembagian Iklim fisis :
       Iklim Kontinental atau Iklim Darat, iklim ini terjadi di daerah yang sangat luas, sehingga angin yang terpengaruh terhadap daerah tersebut adalah angin darat yang kering. Di daerah ini, pada siang hari terasa panas sekali dan pada malam hari terasa sangat dingin. Curah hujannya sangat rendah, sehingga kadang-kadang terbentuk gurun pasir. Misalnya Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, dan Nevada
       Iklim Laut, iklim ini terdapat di daerah Eropa tropis dan subtropis. Angin yang berpengaruh terhadap daerah tersebut adalah angin laut yang lembab. Ciri-ciri iklim laut adalah curah hujan yang rata-rata tinggi. Suhu tahunan dan harian yang hampir sama, sifatnya banyak hujan.
       Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian dan tahunan, sinar matahari terik dan hanya mengandung sedikit uap air.
       Iklim Pegunungan, iklim ini terdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk dan hujan sering turun. Hujan terjadi karena awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi sehingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut hujan orografis
       Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian dan tahunan, sinar matahari terik dan hanya mengandung sedikit uap air.
       Iklim Pegunungan, iklim ini terdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk dan hujan sering turun. Hujan terjadi karena awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi sehingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut hujan orografis.
Menurut Junghhun
Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Penelitiannya dilakukan di pulau Jawa.
Junghuhn membagi lima wilayah iklim berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut sebagai berikut ini :
       Zona iklim panas, antara ketinggian 0–700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan di atas 22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami padi, jagung, tebu, dan kelapa.
       Zona iklim sedang, antara ketinggian 700–1.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 15°C–22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami komoditas perkebunan teh, karet, kopi, dan kina.
       Zona iklim sejuk, antara ketinggian 1.500–2.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 11°C–15°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami sayuran, bunga-bungaan, dan beberapa jenis buah-buahan.
        Zona iklim dingin, antara ketinggian 2.500–4.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan kurang dari 11°C. Tumbuhan yang masih mampu bertahan adalah lumut dan beberapa jenis rumput.
       Zona iklim salju tropis, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.
Iklim menurut Schmidt-Ferguson
Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan bulan kering.
       Bulan kering : bulan-bulan yang memiliki curah hujan kurang dari 60 mm.
       Bulan lembap: bulan-bulan yang memiliki curah hujan antara 60 mm–100 mm.  
        Bulan basah : bulan-bulan yang memiliki curah hujan lebih dari 100 mm
Iklim menurut Oldeman
Dasar yang digunakan adalah  adanya bulan basah yang berturut-turut dan adanya bulan kering yang berturut-turut pula. Kedua bulan ini dihubungkan dengan kebutuhan tanaman padi sawah dan palawija terhadap air.
       Penentuan bulan basah menurut Oldeman :
      Bulan basah (BB) adalah bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm
      Bulan kering (BK) adalah bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm

Iklim menurut Thornthwaite
C.W.Thornthwaite (1993) membuat klasifikasi iklim berdasarkan pada curah hujan yang sangat penting untuk tanaman,sehingga selain jumlah curah hujan yang dipakai oleh  tanaman akan lebih kecil dari pada penguapannya kecil, pada jumlah curah hujan yang sama.
Thornthwaite membagi iklim atas 5 daerah kelembaban yakni :
       Daerah basah dengan vegetasi hutan penghujan (rain forest),
       Daerah lembap dengan vegetasi hutan (forest),
       Daerah setengah lembap dengan vegetasi padang rumput (grass land),
       Daerah setengah kering dengan vegetasi padang rumput luas tanpa pohon (stepa), dan
       Daerah kering dengan vegetasi gurun pasir.
Iklim menurut koppen
Klasifikasi iklim menurut Koppen didasarkan pada unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, dan kelembapan. Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf
Huruf pertama dalam sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan karakter suhu atau curah hujan. Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai berikut.
       Iklim A (Iklim tropis), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C. Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi.
       Iklim B (Iklim arid atau kering), ditandai dengan rata-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.
       Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C, namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi ratarata suhu di atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer, autumn, danwinter).
       Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari –3°C.
       Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas
Pangaruh iklim terhadap kehidupan
klim dapat berpengaruh terhadap  kehidupan mahkluk hidup di bumi. Pengaruh tersebut adalah sebagai berikut:
A.    Mata Pencaharian
B.     Sumber Daya Alam
C.     Pakaian
D.     Kebiasaan
E.     Bentuk Fisik
F.      Kesehatan
G.    Bentuk Bangunan