Jumat, 22 Mei 2015

IPA




 
Pengertian klasifikasi iklim
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. Klasifikasi iklim merupakan usaha untuk mengidentifikasi dan mencirikan perbedaan  iklim yang terdapat di bumi.
Akibat perbedaan latitudo (posisi relatif terhadap khatulistiwa, garis lintang), letak geografi, dan kondisi topografi, suatu tempat memiliki kekhasan iklim.
Sifat – sifat iklim
-          Berlaku untuk waktu yang lama.
-          Meliputi daerah yang   luas.
Unsur –unsur iklim

a.       Penyinaran matahari
b.      Suhu udara
c.       Kelembaban udara
d.      Awan
e.       Angin
f.       Curah ujan
Penyinaran matahari
Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.
Suhu Udara
            Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedangkan persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
Kelembaban udara
                Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah hygrometer
Awan
                Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.
Angin
                Angin adalah udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.
Curah hujan
                Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).
Macam- macam klasifikasi iklim
-          Iklim matahari
-          Iklim fisis
-          Iklim menurut Junghun
-          Iklim menurut Schmidt-Ferguson
-          Iklim menurut Oldeman
-          Iklim menurut Thornthwaite
-          Iklim menurut koppen
Iklim matahari
Iklim matahari didasarkan pada intensitas panas matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Daerah yang berada di lintang tropis memperoleh penyinaran matahari lebih banyak sedangkan daerah yang berada dekat kutub atau lintang tinggi mendapatkan sinar matahari paling sedikit. Iklim matahari dibagi 4 yaitu iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang dan iklim kutub. Iklim tropis memiliki 2 jenis musim yaitu hujan dan kemarau, iklim subtropis dan iklim sedang memiliki 4 jenis musim yaitu semi, panas, gugur dan dingin. Di daerah kutub, matahari hanya muncul 6 bulan sekali jadi 6 bulan siang dan 6 bulan malam.

Daerah iklim tropis (panas)  : 0° – 23,5° Lintang Utara (LU) / Lintang Selatan (LS)
Daerah iklim sub tropis  : 23,5° – 40° LU/LS
Daerah iklim sedang   : 40° – 66,5° LU/LS
Daerah iklim dingin              : 66,5° – 90° LU/LS

Iklim fisis
Iklim fisis adalah iklim yang dipengaruhi alam sekitar. Misalnya, daratan, lautan, pegunungan , dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, maupun letak geografis. Berikut adalah pembagian Iklim fisis :
       Iklim Kontinental atau Iklim Darat, iklim ini terjadi di daerah yang sangat luas, sehingga angin yang terpengaruh terhadap daerah tersebut adalah angin darat yang kering. Di daerah ini, pada siang hari terasa panas sekali dan pada malam hari terasa sangat dingin. Curah hujannya sangat rendah, sehingga kadang-kadang terbentuk gurun pasir. Misalnya Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, dan Nevada
       Iklim Laut, iklim ini terdapat di daerah Eropa tropis dan subtropis. Angin yang berpengaruh terhadap daerah tersebut adalah angin laut yang lembab. Ciri-ciri iklim laut adalah curah hujan yang rata-rata tinggi. Suhu tahunan dan harian yang hampir sama, sifatnya banyak hujan.
       Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian dan tahunan, sinar matahari terik dan hanya mengandung sedikit uap air.
       Iklim Pegunungan, iklim ini terdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk dan hujan sering turun. Hujan terjadi karena awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi sehingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut hujan orografis
       Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian dan tahunan, sinar matahari terik dan hanya mengandung sedikit uap air.
       Iklim Pegunungan, iklim ini terdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk dan hujan sering turun. Hujan terjadi karena awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi sehingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut hujan orografis.
Menurut Junghhun
Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok di suatu daerah. Penelitiannya dilakukan di pulau Jawa.
Junghuhn membagi lima wilayah iklim berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut sebagai berikut ini :
       Zona iklim panas, antara ketinggian 0–700 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan di atas 22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami padi, jagung, tebu, dan kelapa.
       Zona iklim sedang, antara ketinggian 700–1.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 15°C–22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami komoditas perkebunan teh, karet, kopi, dan kina.
       Zona iklim sejuk, antara ketinggian 1.500–2.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 11°C–15°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami sayuran, bunga-bungaan, dan beberapa jenis buah-buahan.
        Zona iklim dingin, antara ketinggian 2.500–4.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan kurang dari 11°C. Tumbuhan yang masih mampu bertahan adalah lumut dan beberapa jenis rumput.
       Zona iklim salju tropis, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.
Iklim menurut Schmidt-Ferguson
Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan bulan kering.
       Bulan kering : bulan-bulan yang memiliki curah hujan kurang dari 60 mm.
       Bulan lembap: bulan-bulan yang memiliki curah hujan antara 60 mm–100 mm.  
        Bulan basah : bulan-bulan yang memiliki curah hujan lebih dari 100 mm
Iklim menurut Oldeman
Dasar yang digunakan adalah  adanya bulan basah yang berturut-turut dan adanya bulan kering yang berturut-turut pula. Kedua bulan ini dihubungkan dengan kebutuhan tanaman padi sawah dan palawija terhadap air.
       Penentuan bulan basah menurut Oldeman :
      Bulan basah (BB) adalah bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm
      Bulan kering (BK) adalah bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm

Iklim menurut Thornthwaite
C.W.Thornthwaite (1993) membuat klasifikasi iklim berdasarkan pada curah hujan yang sangat penting untuk tanaman,sehingga selain jumlah curah hujan yang dipakai oleh  tanaman akan lebih kecil dari pada penguapannya kecil, pada jumlah curah hujan yang sama.
Thornthwaite membagi iklim atas 5 daerah kelembaban yakni :
       Daerah basah dengan vegetasi hutan penghujan (rain forest),
       Daerah lembap dengan vegetasi hutan (forest),
       Daerah setengah lembap dengan vegetasi padang rumput (grass land),
       Daerah setengah kering dengan vegetasi padang rumput luas tanpa pohon (stepa), dan
       Daerah kering dengan vegetasi gurun pasir.
Iklim menurut koppen
Klasifikasi iklim menurut Koppen didasarkan pada unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, dan kelembapan. Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf
Huruf pertama dalam sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan karakter suhu atau curah hujan. Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai berikut.
       Iklim A (Iklim tropis), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C. Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi.
       Iklim B (Iklim arid atau kering), ditandai dengan rata-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.
       Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C, namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi ratarata suhu di atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer, autumn, danwinter).
       Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari –3°C.
       Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas
Pangaruh iklim terhadap kehidupan
klim dapat berpengaruh terhadap  kehidupan mahkluk hidup di bumi. Pengaruh tersebut adalah sebagai berikut:
A.    Mata Pencaharian
B.     Sumber Daya Alam
C.     Pakaian
D.     Kebiasaan
E.     Bentuk Fisik
F.      Kesehatan
G.    Bentuk Bangunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar