Jumat, 22 Mei 2015

Bahasa Indonesia



Klasifikasi Kata Berdasarkan Kelas Kata
Kata merupakan unsur yang  sangat penting dalam membangun suatu kalimat. Tanpa kata ,tidak mungkin  ada kalimat. Setiap kata mempunyai fungsi dan peran yang berbeda sesuai dengan kelas kata atau jenis katanya. Secara umum kelas kata terdiri dari 5 (lima) kelompok sebagai berikut.
1.      Kata kerja ( verba)
Kata kerja (verba) adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan. Kta kerja biasanya berfungsi sebagai predikat. Suatu kata dapat digolongkan kedalam kelas kata kerja apabila memenuhi persyaratan berikut.
a.       Dapat diikuti oleh gabungan kata (Frasa) dengan +kata sifat. Contohnya,pergi dengan gembira,tidur dengan nyenyak ,dan jalan dengan santai
b.      Dapat diberi aspek waktu,seperti akan,sedang,dan telah.contohnya ,akan mandi,sedang tidur,dan telah pergi
c.       Dapat diingkari dengan kata tidak. Contohnya ,tidak makan ,tidak lihat,dan tidak pulang.
d.      Berawalan me-dan ber.Contohnya,melatih, melihat, berdiskusi , berfikir , dan berusaha.
2.      Kata sifat (Adjektiva)
Kata sifat (Adjektiva)  adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan sesuatu,misalnya keadaan orang,binatang , atau kata benda. Kata sifat Berfungsi sebagai predikat. Suatu kata dapat digolongkan kedalam kelas kata sifat apabila memenuhi persyaratan beriku.
a.       Dapat diawali dengan kata sangat/paling, atau diakhiri dengan kata sekali. Contohnya , sangat indah, paling indah, dan indah sekali.
b.      Dapat diberi awalan se-dan ter.contohnya , seluas dan terluas
c.       Dapat diingkari dengan kata tidak. Contohnya, tidak murah , tidak sulit , dan tidak pahit.
3.      Kata keterangan (Adverbia)
Kata keterangan (Adverbia) adalah kata yang memberi keterangan pada verba  ,adjektiva , nomina predikatif , atau kalimat. Adverbia terdiri atas 2 ( dua) macam, sebagai berikut.
a.       Adverbial dasar bebas , misalnya alangkah , agak , akan, ,amat , nian , niscaya ,  tidak , paling.
b.      Adverbia turunan , terdiri atas 3 ( tiga) bentuk berikut
1.      Adverbia reduplikasi , misalnya agak - agak , lagi- lagi ,lebih- lebih,atau paling- paling.
2.      Adverbia gabungan , misalnya belum boleh , belum pernah , atau tidak mungkin.
3.      Adverbia yang berasal dari berbagai kelas, misalnya terlampau, agaknya , harusnya , sebaiknya , sebenarnya , atau secepat - cepatnya.
4.      Kata benda ( Nomina ) , Kata  Ganti (Pronomina), dan Kata Bilangan (Numeralia)
a.       Kata benda  (Nomina)
Kata benda (Nomina ) adalah kata yang mengacu pada benda, orang , konsep , ataupun pengertian yang berfungsi sebagai objek dan subjek. Suatu kata dapat digolongkan kedalam kelas kata benda apabila memenuhi syarat sebagai berikut.
1.      Dapat diikuti oleh frasa yang +sangat. Contohnya , mobil yang bagus dan pemandangan yang sangat indah.
2.      Berimbuhan pe-an ,-l-an ,per –l –an , dan ke-l-an .contohnya, permainan , pertunjukan dan kesehatan.
3.      Dapat diingkari dengan kata bukan . contohnya, bukan saya , bukan roti , dan bukan gubuk.
b.      Kata ganti (Pronomina)
Kata ganti pronominal adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda atau nomina. Jenis - jenis pronominal sebagai berikut.
1.      Pronomina  persona, seperti saya,engkau , dia , mereka , dan , -nya.
2.      Pronomina penujuk , seprti  ini itu ,sini, sana.
3.      Pronominal penanya ,seperti apa, siapa, dan dimana
c.       Kata bilangan ( Numeralia) 
Kata bilangan (numeralia) adalah kata yang dipakai untuk mengitung banyaknya orang, binatang, atau benda. Jenis – jenis numeralia sebagai berikut.
1.      Numeralia pokok, seperti  tiga ,lima, dan Sembilan
2.      Numeralia pecahan, seperti  seperempat  , separuh , dan sebelah.
3.      Numeralia tingkat,seperti kedua dan ketujuh.
5.      Kata tugas
Kata tugas dapat dirinci menjadi  5 (jenis) kata, yaitu kata depan ,kata sambung , kata sandang, kata seru, dan partikel.
a.       Kata depan ( preposisi   ), yaitu kata yang menghubungkan dua kata atau kalimat. Contohnya di, ke, dari, pada dan sebagainya.
b.      Kata sambung (kunjungsi ) ,yaitu kata yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, kata dengan kata, prasa dengan prasa, atau kalusa dengan klausa. Contohnya dan, atau, tetapi, karena, lalu , dan sebagainya.
c.       Kata sandang (artikulasi),yaitu kata tugas yang dibatasi makna nomina. Contohnya, sang, para , si , dan sebagainya.
d.      Kata seru ( interjeksi) ,yaitu tugas yang digunakan untuk mengungkapkan seruan hati. Contohnya, aduh, astaga, ayo, wah, hai , nah, oh, celaka, gila, astaghfirullah, dan allhamduliiah.
e.       Partikel ,yaitu kategori atau unsur yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat Tanya, perintah, dan pertanyaan ( berita) contohnya, partikel –lah ,-kah,-tah, dan – pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar