Jumat, 22 Mei 2015

Materi Bahasa Indonesia



A.    Menentukan  Topik Berdasarkan  Tema  Karangan
Topik adalah pokok pembicaraan, bahasan ,atau masalah yang akan dibahas. Sebagai pokok atau pangkal bahas, topik  harus diidentifikasi  terlebih dahulu sebelum kegiatan menilis dilakukan.topik bisa juga disebut pokok bahasan yang dapat mengantarkan  seorang penulis untuk menghasilkan sebuah tema dari penelitian yang dilakukan. Topik dapat dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang harus diidentifikasi agar tertuak apa maksud dibalik topic yang dipilih.
Kiat pembatasan topic dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut.
1.      Menetapkan topic yang ingin dibahas dalamsuatu kedudukan sentral
2.      Mengajukan pertanyaan, apakah topik  yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat diperinci lebih lanjut atau tidak. Bila dapat, tempatkanlah perinci tiu di sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.      Menetapkan dari perincian tadi mana yang akan dipilih
4.      Mengajukan pertanyaan, apakah sektor tadi masih perlu diperinci lebih lanjut atau tidak.
Berbeda dengan topic , tema adalah sebuah gagasan pokok dalam sebuah tulisan. Jika topik adalah kalimatnya , maka tema adalah gagasan pokoknya. Tema juga merupakan hal yang paling utama dilihat oleh  para pembaca sebuah tulisan .
Selain menentukan topic dan tema karangan, juga harus merumuskan tujuan. Tujuan karangan merupakan maksud penulis atau pengarang. Tujuan dapat berkaitan dengan bentuk karangan yang akan dibuat.
B.     Membuat kerangka karangan
Sebelum menulis , sebaiknya menyusun kerangka karangan yang akan dikembangkan berdasarkan tema atau topik  karangan yang akan dipilih. Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis - garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis , dan merupakan rangkaian ide – ide yang disusun secara sistematis , logis , jelas ,dan terstruktur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju.
1.      Maanfaat kerangka karangan
Berikut kerangka karangan dalam menulis /menyusun karangan .
a.       Untuk menyusun kerangka karangan secara teratur.
b.      Mempermudah pembahasan tulisan.
c.       Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
d.      Menghindari pengarapan sebuah topic sampai dua kali ataun  lebih.
e.       Memudahkan penulis mencari materi tambahan
f.       Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh ,dan terarah.
g.      Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda- beda.
Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung  menyusun tulisannya sesuai butir – butir bahasa yang terdapat dalam kerangka karangan.
2.      Pola penyusunan kerangka karangan
Secara garis besar, pola kerangka karangan dibagi menjadi dua,yaitu pola almiah dan pola logis.
a.       Pola alamiah
Pola alamiah dapat dibagi menjadi 3 ( tiga) sebagai  berikut.
1.      Urutan berdasarkan waktu ( kronologis),yaitu urutan yang didasarkan pada runtutan peristiwa atau tahap – tahap kejadian berdasarkan kronologinya. Peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain
2.      Urutan ruang  ( special), yaituurutan yang didasarkan pada ruang atau tempat yang biasanya digunakan dalam tulisan yang bersifat deskriptif.
3.      Topik yang ada ,suatu pola peralihan yang dapat dimasukan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik  yang ada. Suatu peristiwa sudah dikenal dengan bagian –bagian tertentu.
b.      Pola logis
Pola logis dapat dibagi menjadi   4 ( empat) , sebagai berikut.
1.      Urutan klimaks dan antiklimaks ,pada pola ini posisi suatu rangkaian yang penting berada pada akhir rangkaian disebut urutan klimaks, sedangkan posisi yang penting berada di awal karangan disebut urutan antiklimaks.
2.      Urutan kausal , pola ini mencakup dua pola ,yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan dari akibat ke sebab . pada pola pertama suatu masalah dianggap sebagai sebab, kemidian dilanjutkan dengan perincian – perincian yang menelusuri akibat – akibat yang mungkin terjadi.
3.      Urutan pecahan masalah, pola ini dimulai dari suatu masalah tertentu kemudian berkembang menuju kesimpulan umum atau pemecahan suatu masalah tersbut.
4.      Urutan umum khusus ,pada pola ini suatu masalah yang dimulai dari kelompok kecil disebut urutan umum - khusus. Sebaliknya ,jika persoalan itu memaparkan peristiwa dari kelompok kecil sehingga menelusuri kelompok besar disebut khusus – umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar